Kamis, 07 April 2016

Perempuan itu
menyapa hujan
pada senja kemerah-merahan
terpaku dalam desus menusuk kalbu
terkapar dalam brankas pengkhianatan
kulihat ujung lancip ditangannya
tergerak,, meliuk,,menyulur alur garis
ia bersuara dalam kata
saat semesta tuli dan menutup telinga
Aku gandeng tangannya
berbisik halus ke telinganya
sabar
iya, perempuan dan kota yang ganas
tak tahu panas dan hujan deras
semua ia terabas
sekantong beras terbayar lunas
dari kertas yang ia pulas
Takjub kulihat
Jiwa kuat nan hebat
perempuan itu..