Sabtu, 04 Oktober 2014

KARENA HATI BICARA (OST DALAM MIHRAB CINTA)

( Tidak ada yang salah dari hati, bicaralah wahai hati, jujurlah wahai hati, speak honestly, from heart to heart, don't tell lie...)
mengarungi samudera mahligai nan suci
penuh gelombang silih berganti
semua adalah ujian penguat cinta
bila hati bicara
* terkadang tak perlu terucap kata-kata
untuk selami dalamnya hatimu
susah senangmu jadi bagian hidupku
karena hati bicara
reff:
tatap manja matamu kisahkan berjuta cerita
hadirmu di hidupku memberikan berjuta makna
karunia Illahi mempersatukan dua hati
ku rasa yang kau rasa karena hati bicara

Inilah Aku

Aku tak secantik Fatimah, tak semulia Khadijah, tak sebaik Aisyah
Aku hanya wanita akhir zaman yang penuh dibaluti dengan kejelekan
Aku hanya wanita akhir zaman yang berusaha kuat dan sabar atas semua cemoohan
Aku berusaha tersenyum atas luka yang mendera
Aku tegar diatas kesedihan yang menerpa
Meski aku tak sehebat wanita dulu
Tapi aku selalu berusaha kuat, kuat, dan kuat
Aku tak sebaik yang kamu kira
dan aku tak seburuk apa yang terlintas di hatimu
Aku, ya aku dengan segala kekurangan juga kelebihanku

Minggu, 10 Agustus 2014

Where Should I Go...?

Duhai angin, kabar apa yang kau bawa
Bulu kudukku bergidik, merinding cemas penuh kekhawatiran
Kau bawa surat cinta bertuliskan kebahagiaan
Aku tertegun dalam kebekuan hati
Bagaimana aku bisa berlari dengannya
Sedang kakiku sudah bersepatu baru
Meski sepatuku biasa saja
Tak semahal yang terpajang di etalase kemewahan
Tahukah kau angin yang membelaiku?
Aku semakin jatuh dalam kebingungan dan kenestapaan
kemana aku harus berlari dari semua kenyataan pahit ini...


LINGGARJATI, BERKESAN DI HATI



( Sebuah catatan silam yang belum sempat di post-kan. Tulisan ini dibuat pada bulan Juli 2013. Memang tulisannya terkesan kaku, tapi tak menjadikan masalah buatku yang selalu ingin menulis. allahumma Yassir Wa Laa Tu'assir. Amiin.)
Sebagaimana rutinitas tahunan di Pondokku, ponpes At-Thahiriyyah yang berada di Kaloran-Serang-Banten, yaitu mengadakan acara rihlah dan ziarah akbar. Maka periode kepengurusan tahu inipun mengagendakan rihlah dan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Agenda yang telah dirancang sejak 6 bulan sebelum pelaksanaan itupun bisa terlaksana pada tanggal 25 Mei 2013.
Sebelum pemberangkatan, terlebih dahulu Kami dikumpulkan di Majelis untuk melakukan do’a bersama dipimpin oleh salah satu Ustadz. Selesai acara doa bersama, Kamipun segera menaiki bis yang telah disediakn oleh panitia. Semuanya berjumlah 3 bis, dan bis yang Saya tumpangi yaitu bis 2. Dengan membaca Bismillah Bis SM Prima itupun membawa Kami ke tempat tujuan.
Kedatangan yang dijadwalkan tak sesuai rencana. Pasalnya dari jam 21.00. kami baru tiba disana jam 12 siang, dikarenakan terjebak kemacetan jalur Pantura.
Setibanya disana, kamipun langsung berziarah ke makam Sunan Gunung jati. Kulihat makam ini dipadati banyak peziarah dari berbagai daerah. Memasuki area pemakaman ini, banyak dijumpai took-toko yang menjajakan makanan, aneka perlengkapan ibadah, mulai dari baju koko, kopiah, tasbih,
Ataupun peralatan ibadah lainnya.menambah semarak, juga banyak took yang menjajakan barang-barang khas Cirebon, seperti kain batik, aneka kaos, dan yang lainnya.
Memasuki area ziarah, kami melewati gerbang atau gapura utama. Disini banyak berjejeran para peminta sedekah untuk meminta sumbangan. Selepas gapura utama, kami langsung menuju ke Pintu Pasujudan. Dimana di tempat inilah peziarah biasa  selalu sesak dan ramai.
Setelah berziarah, kamipun melanjutkan perjalanan ke Taman Linggarjati,salah satu objek wisata alam di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Aktivitas yang dapat dilakukan di Taman rekreasi ini, seperti renang,dan yang lainnya.
Saking asyiknya, hari sorepun tak terasa telah datang. Kamipun diinstruksikan untuk segera bersiap-siap pulang. Ada sedikit rasa kecewa karena waktunya sangat singkat sekali yaitu hanya setengah hari. Walaupun singkat, tapi kegiatan rihlah ini sangat berkesan dan menambah pengalaman santriwan-santriwati At-Thahiriyyah.
Buspun melaju dan kami kembali di pindok sekitar jam 03.00 dini hari. Perjalanan yang cukup melelahkan.

Wherever and whenever the best moment is photoooooooooooo-photoooooooooo alias jepretaaaaaannn:)













Senin, 09 Juni 2014

6 Kiat Meminimalisasi Kesalahan Penulisan (Typo) dalam Dokumen

Typo merupakan singkatan dari typographical error, sebuah kesalahan cetak atau kesalahan penulisan yang sering terjadi. Kesalahan tersebut, biasanya menjadi bahan tertawaan tetapi juga tidak jarang berakibat fatal. Kata seperti fast yang menjadi fat bisa dianggap lucu dan tidak terlalu bermasalah. Sedangkan seorang akuntan yang salah ketika menuliskan jumlah angka dalam laporan keuangan, maka fatal akibatnya.
Dalam menulis, ada 6 tips yang bisa dicoba untuk meminimalisasi kesalahan. Berikut ini detail-detail tips yang amat beguna bagi Anda semua.
Mintalah orang lain membaca karya Anda. Cara terbaik adalah meminta orang lain untuk membaca hasil karya Anda. Mata-mata segar yang mereka miliki dijamin bisa membantu Anda dalam mengoreksi kesalahan penulisan. Mengapa disebut sebagai mata segar? Karena biasanya mata Anda telah letih akibat membuat dokumen tersebut dan mata mereka? Masih segar!
Gunakan fasilitas auto correct di komputer Anda. Saat Anda menulis, ada baiknya untuk memberikan fasilitas auto correct atau mengaktifkan tanda merah serta hijau di bawah tulisan. Dengan bantuan kedua tanda, Anda dapat mengetahui kata serta tata bahasa yang salah dalam tulisan secara cepat. Sedangkan, untuk fasilitas auto correct, Anda dapat menggunakan software ginger yang bisa didownload disini.
Dengan hanya menyorot kata dan mengaktifkannya di komputer Anda, Ginger akan memperbaiki secara otomatis.

Cetak pekerjaan Anda. Banyak yang mengeluh sulitnya mengoreksi hasil bacaan melalui monitor. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mencetaknya terlebih dahulu baru mengoreksi bacaan tersebut. Diharapakan, Anda lebih mudah untuk menemukan kesalahan serta kemudian memperbaiknya.
Berikan diri Anda waktu. Adalah hal yang baik untuk menjernihkan pikiran terlebih dahulu ketimbang langsung melakukan koreksi. Melalui istirahat, pikiran akan jernih, semakin tajam, dan cermat dalam menemukan kesalahan-kesalahan ketik.

Baca di hadapan rekan Anda. Membaca tulisan Anda berarti membuat orang lain menilai melalui pendengaran. Rekan Anda yang mendengar bisa mengetahui mana kalimat yang tidak enak didengar, kata yang tidak tepat penulisannya, dan pemilihan diksi yang salah.
Koreksi setahap demi setahap.Pada koreksi pertama, fokus pada ejaan. Pada koreksi kedua, berfokuslah pada tanda baca, dan buat tugas yang berbeda pada koreksi ketiga. Sistem tersebut dapat membantu Anda menemukan kesalahan dengan cakupan yang lebih sempit.
Cobalah, dan semoga berhasil.



Cerpen

DUKA SENJA
(Mungkin diksinya kurang pas. Tapi tak menjadi penghambat semangatku untuk selalu menulis. Allahumma Yassir Wa Laa Tu'assir. Amiin.) 

---------------------------------------------
Rintik gerimis sore itu membasahi tanah yang sudah lama rindu akan tetesan banyu, tanah yang selama kurang lebih dua tahun aku tempati. Suasana lengang, sunyi, seperti tak berpenghuni menyelimuti keadaan sore ini yang semakin gelap dan mencekam, ditambah suara guntur dan kilatan  halilintar juga angin kencang makin menambah keadaan terkesan menakutkan.
            “mama..mama..’’  suara sepeti anak kecil dari dalam kamar sontak mengagetkanku yang sejak tadi berdiri mematung didepan figura foto mama dan keluargaku yang lain. Acapkali aku jadi terkenang memori 3 tahun yang lalu, disaat aku masih tinggal serumah dengan ibu dan adik-adikku.
“mama..mama..” kembali untuk keduakalinya suara tersebut membuyarkan memoar kenanganku.
“siapa disitu?” kubuka mulutku yang sejak tadi gemetar kedinginan.
“ma..ma..ma..a..”  suaranya sangat terbata-bata, sayup-sayup, menghilang, muncul lagi, begitu seterusnya.
Bergidik bulu kudukku ditengah pekatnya sore ini. Suara anak kecil tadi membuatku merinding karenanya. Aku sudah mencoba merayu suamiku untuk segera pindah dari rumah ini. Banyak keganjilan yang kurasa selama tinggal di rumah mungil ini. Tapi suamiku selalu saja tak  mengenyahkan. Sebagai isteri, yaa aku terima saja apapun keputusan dari suamiku.
Kembali kudengar suara itu..”maaa”..
Duuh aku semakin takut, kubuka gorden jendela, berharap belahan jiwaku kan segera datang. Memang sangat sehati sekali. Kulihat suamiku dengan Honda jazz silver nya tiba di depan rumah. Dengan perasaan lega kusambut kedatangan suamiku.
“Assalamu’alaikum..”
“wa’alaikum salam” jawabku sambil kucium tangannya yang agak basah.
Kubiarkan suamiku duduk di ruang tamu,kubikinkan teh hangat. Di senja itupun kuungkapkan rindu yang bergumul di hatiku sejak sebulan yang lalu ditinggal keluar kota.
“pah..gimana proyeknya?” ku mulai pembicaraan
“Alhamdulillah, isteriku,, papa dipercaya sebagai pemegang saham di perusahaan itu”
“Alhamdulillah ya pa..jangan sampai papa lupa ibadah, itu semua cuma titipan dari Allah”
“Hmmm”. Hanya itu respon dari suamiku.
Kembali kulanjutkan pembicaraan. “oya pa,, semenjak ditinggal papa, mama selalu denger anak kecil manggil-manggil dari kamar”
“hmm itu cuma perasaan mama ja”. Selalu begitu respon dari suamiku.

Kepulangan suamiku kali ini terasa aneh sekali. Kulihat gelagatnya yang sedikit beda dari sebelumnya. Ingin kubawakan tasnya pun, ia tak membolehkannya.
“sini pa..mama bawain tasnya”
“gk usah ma,, biarin papa ja”.
Kubiarkan suamiku pergi meninggalkanku sendirian. Akupun duduk kembali di kursi sofa kado ulang tahun perkawinan dari suamiku. Berbagai macam Tanya menggelayut di pikiranku. apa memang suamiku sebagai pejabat kantoran itu  punya selingkuhan, apa memang dia nikah siri layaknya berita yang selalu mengiasi layar kaca,, yaah semua pikiran negatifku bermunculan.
Dreeet..dreet..dreettt. Suara getar HPku. Kubuka dan langsung kubaca.
“NUR, MAMA MENINGGAL”
Pesan sangat singkat semakin merubah suasana sore itu. Semakin pekat dan mencekam.
“Mah..” suamiku menghampiri. Sepertinya dia sudah mandi. Kulihat dari binar wajahnya  yang segar.
“Mah,, tahu gk?”aku tak bisa berkata, mulutku serasa ada membekap.
“ma, kenapa?”. Iapun mengambil HP yang kupegang.
“Innaalillahi wa inna ilaihi Raaji’uun. Kudengar suamiku mengucap Tarji’.
“mah, mau pulang?”
Pertanyaan yang tak kuharapkan. Aku sudah menyangka ia kan menyuruhku pergi sendiri.
Aku terdiam seribu bahasa. Mulutku terkunci rapat.
“mah, papa gk bisa ikut, papa ada tugas, kalau mau nanti dianterin ma Pak Budi, sopir baru papa”
“iyaa”..aku tak mau banyak bicara lagi. Jiwaku serasa sudah berada di rumah. Wanita yang menjaga dan merawatku kini pergi tuk selama-lamanya. Dengan langkah gontai, akupun menyalami tangan suamiku. Diluar sana kudapati Pak Budi udah siap menyetir.
“Assalamu’alaikum, paa”..
“wa’alaikumsalam..hati-hati ma..”
Kulihat suamiku tersenyum dan  melambaikan tangannya, sedikitpun ia tak menampakkan kesedihan. Pikiran jelekku pun kembali mengitari otakku. Sejenakkan ku coba hilangkan semua pikiran kotorku itu. Mobilpun segera meluncur ke rumah mamaku.
“Bunda, kita dah nyampe ni.” Ujar  Pak Budi.
“Bunda?” jantungku langsung berdetak mendengar kata itu. Betapa tidak, suamiku akhir-akhir ini sering memanggil aku dengan panggilan bunda.
‘ohh iya pakk, ayo kita turun”. Akupun mengajak pak sopir turun dan ikut masuk rumah.
Tak bisa kubendung air mataku kala kulihat bendera kuning tertancap di depan gerbang rumahku. Dari jauh sudah kudengar suara isak tangis keluargaku.Pelan-pelan aku berjalan. Lalu aku masuk rumah dan kusungkuri mayat ibuku yang sudah terbungkus kain kafan itu.
“Mamaaaaaa,,jangan tinggalkan kami maa”. Aku menangis sejadi-jadinya.
“Nuuur??!!!”, pamanku memanggil. Nadanya  keras sekali
Semua mata tertuju padaku. Ada apakah gerangan, seakan-akan kehadiranku tak mereka harapakan.
“mau apa kesini, anak tak beradab”. Kaget sekali kudengar paman berkata seperti itu.
“Apa salahkuuu??” aku berteriak histeris.
Tiba-tiba..
Ngiung..ngiung..ngiung..
Suara sirine mobil polisi mendekati rumah duka itu. Satu persatu polisi masuk. Semuanya jadi teka-teki di pikiranku, mungkinkah kematian mamaku tak wajar.
“Kami tak menemukan  suami atas nama saudari Nurjannah. Sepertinya ia sudah kabur duluan”. Ujar Pak polisi.
Bibirku bergetar, jantungku berdegup kencang. Ku berucap terbata-bata”Appp..aaaaa?”
“Suami Anda telah melakukan tindak pembunuhan  terhadap ibu Sulasmi “. Tegas pak polisi.
Dugg.Astaghfirullahal”adziim. suami yang kupercaya sepenuh hati tega membunuh mamaku. Sangat kejam sekali. Ternyata ia ketahuan mamaku  sedang berselingkuh dengan gadis cantik disalahsatu tempat perbelanjaan. Iapun marah dan langsung membekap mamaku.
“Mamaaaa……”. Aku menangis sejadi-sejadinya.
Pandanganku kabur. Aku lemah tak berdaya. Di senja penuh duka dan kecewa terjawablah sudah semua pikiran negatifku.

“maafkan suamiku, Ma. Semoga tenang di alam sana Ma..”

                                                 --------------------****---------------------------

Moment of PPLK

This time, I just watching video when I was PPLK at IslamicJunior High School al-Mubarok-Serang. Exactly it was in semester VII. I remember all of you my PPLK friends, they are:
Uun Unayah (TBI), Nurhalimah (TBI), Lia Rosalina (TBI), Eli Rachmawati (PBA),Sumiyati (PBA), Fadiah Safa (PBA), Kiki Ahmad Assalam (PBA), Safrudin (PAI), Avat Fatihah (PAI), Sulini (PAI), Risa Fahrunnisa (PAI), Siti Aisah (PAI), Mulyanah (PAI), Muhammad Sobri (PAI), Andriyana (PAI).
Thanks very much to my supervisor teacher, Mr. Abdirrahman,S.Pd., as an  English teacher at MTs. Al-Mubarok. And thanks also to my supervisor lecturer, Drs.H.Hafidz Rustiawan, M.Ag.
so now,let's Check out this video..jreng---jreng--jreng---



 


Air Mata Penyesalan

Oleh : 
Siti Sulhah @yah sulhah 
( ^^Teratai Selatan yang selalu ingin menulis
       Allahumma Yassir Wa Laa Tu'assir^^) 

Hidup ini terlampau singkat
Belum banyak kebaikan yang kuperbuat
Hari demi hari hanya maksiatku yang berlipat
Namun nikmat dan rahmatNya selalu tak terlewat
Menghujani setiap detik langkah perjuangan
Mengalir ke urat-urat kehidupan yang kulakoni
Tak pernah surut,tak pernah terhenti
Selalu meliputi azzam dan niat hati ini
Rabbi...
Izinkan aku tertunduk
Menghamba atas semua keagungan-Mu
Biarkan air mata penyesalan ini membengkakkan retinaku
Biar, biarlah
Karena ia tak sebanding dengan luasnya  nikmat karunia-Mu
Rabbi...
Izinkan aku kembali pada-Mu
Menelusuri kehidupan dunia yang semu dan fana
Menjemput kebahagiaan akhirat yang nyata dan baqa'